Selasa, 16 Februari 2016

entah ini enaknya diberi judul apa

Ini lagi nih kisah inspiratif. Dan lagi-lagi, ini dapet dari blog
sebelah. Kapan-kapan aku sendiri deh yang ngarang.
Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang
mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali
menanam mawar itu di kebun belakang
rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah
disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil
tempat mawar itu akan tumbuh berkembang.
Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot
itu di sudut yang cukup mendapat sinar
matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh
dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan
tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada
rumput yang menganggu, segera disianginya
agar terhindar dari kekurangan makanan.
Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh
kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai
merekah, walau warnanya belum terlihat
sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja
kerasnya mulai membuahkan hasil. Diselidikinya
bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran,
sebab tumbuh pula duri-duri kecil yang
menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan
mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan
dengan merekahnya bunga yang indah ini.
Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan
mawar-mawar miliknya.
Sang pemuda tampak bergumam dalam hati,
"Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh
banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini
akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti.
Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku
terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku
yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya
membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan
tanganku berdarah karena duri-duri penganggu
ini."
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan
untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai
tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi
setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-
rumput yang menganggu pertumbuhan mawar
itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini
tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh
di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu.
Akhirnya, sebelum berkembang dengan
sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.
Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di
dalam setiap jiwa, selalu ada 'mawar' yang
tertanam. Tuhan yang menitipkannya kepada
kita untuk dirawat. Tuhan lah yang meletakkan
kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya
taman-taman berbunga, sesungguhnya di
dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri
yang akan merekah.
Namun sayang, banyak dari kita yang hanya
melihat "duri" yang tumbuh. Banyak dari kita
yang hanya melihat sisi buruk dari kita yang
akan berkembang. Kita sering menolak
keberadaan kita sendiri. Kita kerap kecewa
dengan diri kita dan tak mau menerimanya. Kita
berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang
akan tumbuh dari kita. Kita menolak untuk
menyirami" hal-hal baik yang sebenarnya telah
ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak
pernah memahami potensi yang kita miliki.
Banyak orang yang tak menyangka, mereka
juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di
dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari,
adanya mawar itu. Kita, kerap disibukkan
dengan duri-duri kelemahan diri dan onak-onak
kepesimisan dalam hati ini. Orang lain lah yang
kadang harus menunjukannya.
Jika kita bisa menemukan "mawar-mawar" indah
yang tumbuh dalam jiwa itu, kita akan dapat
mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan
terpacu untuk membuatnya akan membuatnya
merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-
puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap
tunas itu, akan berbuah tunas-tunas
kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang
akan memenuhi taman-taman jiwa kita.
Kenikmatan yang terindah adalah saat kita
berhasil untuk menunjukkan diri kita tentang
mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri
yang muncul.
Semerbak harumnya akan menghiasi hari-hari
kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya,
adalah layaknya ketenangan air telaga yang
menenangkan keruwetan hati. Mari, kita
temukan "mawar-mawar" ketenangan,
kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita.
Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa
dengan onak dan duri, tapi janganlah itu
membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-
tangan kita akan tergores dan terluka, tapi
janganlah itu membuat kita bersedih nestapa.
Biarkan mawar-mawar indah itu merekah dalam
hatimu. Biarkan kelopaknya memancarkan
cahaya kemuliaan-Nya. Biarkan tangkai-
tangkainya memegang teguh harapan dan
impianmu. Biarkan putik-putik yang
dikandungnya menjadi bibit dan benih
kebahagiaan baru bagimu. Sebarkan tunas-
tunas itu kepada setiap orang yang kita temui,
dan biarkan mereka juga menemukan
keindahan mawar-mawar lain dalam jiwa
mereka. Sampaikan salam-salam itu, agar kita
dapat menuai bibit-bibit mawar cinta itu kepada
setiap orang, dan menumbuh-kembangkannya
di dalam taman-taman hati kita.

Senin, 15 Februari 2016

entah ini enaknya diberi judul apa

Ini bukan karanganku sendiri ya, tapi ini aku dapetin dari blog
tetangga :D happy reading ya

Seorang pria muda bernama Jack belajar apa
yang
paling penting dalam kehidupan dari
tetangganya.
Sudah lama semenjak Jack melihat orang tua
tetangga'nya itu, namun karena karir, dan
keuangan yg
menghadang ia membuat ia jatuh dalam
kehidupan yg
sibuk sampai terkadang tidak ada waktu untuk
berfikir
lainnya, dan waktu bersama keluarganya. Ambisi
Jack
sangat besar untuk mencari uang dan mengejar
karir
sampai ia harus berkelana keluar negeri.
Melalui telepon, ibunya berkata kepadanya,
"Tetangga
kita Mr Belser meninggal semalam pemakaman
adalah
hari Rabu.." Kenangan terlintas di benaknya saat
ia
duduk diam mengingat hari masa kecilnya.
"Jack, kau dengar aku?"
"Oh, maaf, Bu. Ya, saya mendengar Anda ..
Sudah lama
sekali aku memikirkan dia Maafkan aku,. Tapi jujur
saya
pikir dia meninggal tahun lalu," kata Jack
"Yah, dia tidak Mr. Belser tidak pernah lupa kamu
setiap
melihat saya, ia selalu tertawa dan bertanya
bagaimana
kabar kamu selalu." Kata ibu.
"Saya sangat mencintai rumah tua Mr. Belser itu,
saya
ingat selalu bermain disana sewaktu saya kecil,
dia
mengajari saya banyak hal, juga cara memahat
patung.
Ibu, aku akan segera pulang kesana hari selasa
untuk
menghadiri pemakaman nya" kata Jack.
Walaupun sibuk, namun Jack menepati janji'nya
untuk
pulang, Jack menangkap penerbangan
berikutnya ke
kota asalnya. pemakaman Mr Belser sangat kecil
dan
sederhana. Dia tidak memiliki anak, dan sebagian
besar
keluarganya sudah meninggal ..
Malam sebelum pemakaman, Jack harus kembali
ke
rumah, Jack dan Ibu nya mampir untuk melihat
rumah
tua sebelah milik Mr. Belser sekali lagi.
Berdiri di ambang pintu, Jack berhenti sejenak.
Rasanya
seperti menyeberang ke dimensi lain, suatu
lompatan
melalui ruang dan waktu Rumah Tua tersebut
terlihat
seperti 20 tahun silam, masih bagus dan rapi
persis
seperti yang dia ingat. Setiap langkah kenangan.
Setiap
gambar, setiap furnitur ..... Jack tiba-tiba berhenti
sejenak.
"Ada apa, Jack?" Tanya ibunya.
"Kotak itu lenyap," katanya
"Apa kotak?" Tanya ibu'nya ..
"Ada sebuah kotak emas kecil yang ia terus
terkunci di
atas meja, aku sudah bertanya seribu kali apa
yang ada
di dalam kotak itu.. tetapi Mr. Belser tidak pernah
memberi tahu apa isinya, ia hanya bilang sebuah
benda
yang sangat berharga untuk dirinya."kata Jack.
Jack menduga seseorang dari keluarga Belser
telah
diambil itu.
"Sekarang aku tidak akan pernah tahu apa isi
kotak emas
yang begitu berharga baginya itu," kata Jack.
Waktu berlalu, sudah sekitar dua minggu sejak Mr
Belser
meninggal dan Jack sudah kembali ke negara
dimana ia
bekerja, lalu sepulangnya dari kerja Jack
menemukan
sebuah paket di kotak suratnya.
Lalu Jack membuka paket tersebut dan tenyata
nampak
lah sebuah Kotak kecil emas yang terlihat sudah
tua dan
secarik kertas. bertulisakan dari Mr. Belser.
Tangan Jack
bergetar saat ia membaca surat di dalamnya.
Isi surat Mr. Belser "Setelah kematian saya, tolong
berikan surat dan kotak emas ini kepada Jack,
anak dari tetangga saya selama ini yg amat saya
sayangi seperti anak saya sendiri. Ini adalah hal
yang paling berharga dalam hidupku.."
Lalu sebuah kunci tertempel di bawah surat
tersebut,
sementara air mata memenuhi matanya, dengan
hati-
hati Jack membuka kotak tua emas tersebut .. Di
dalamnya ia menemukan sebuah arloji saku emas
yang
sangat indah .. dan terlampir 1 kertas kecil yg
bertuliskan: "Jack, Terima kasih atas waktu Anda.
dari :
Mr.Belser.!"
Jack termenung dan menatap arloji tersebut dan
berfikir, : " berarti selama ini dari saya kecil,
ternyata
yang Mr. Belser bilang sesuatu yg paling berharga
adalah....... Waktu Saya !!!" Air mata mengalir
deras di
mata Jack
Lalu menelepon kantor dan menunda segala
meeting
dan kerjaan selama dua hari berikutnya.
"Kenapa?"
Janet, asistennya bertanya.
"Saya perlu waktu untuk menghabiskan dengan
anak
saya," kata Jack.
"Oh, omong-omong, Janet, terima kasih atas
waktu
Anda!" Lanjut kata dari Jack.
Pikirkan tentang hal ini. Anda mungkin tidak
menyadarinya bahwa ada orang yg memerlukan
waktu anda, tapi itu 100% benar.
1. Minimal 2 orang di dunia ini sangat
mencintaimu mereka akan mati untuk Anda.
2. Setidaknya 15 orang di dunia ini cinta Anda
dalam beberapa cara.
3. Senyum dari Anda dapat membawa
kebahagiaan untuk siapa pun, bahkan jika
mereka tidak menyukai Anda.
4. Setiap malam, SESEORANG berpikir tentang
Anda sebelum mereka pergi tidur.
5. Kamu di dunia untuk seseorang.
6. Kalau bukan karena Anda, seseorang mungkin
tidak hidup.
7. Anda seseorang khusus dan unik untuk orang
tersebut.
8. Bila Anda berpikir Anda tidak memiliki
kesempatan untuk mendapatkan apa yang Anda
inginkan, Anda mungkin tidak akan
mendapatkannya, tetapi jika Anda mempercayai
Allah untuk melakukan yang terbaik, dan
menunggu waktu-Nya, cepat atau lambat, Anda
akan mendapatkannya atau sesuatu yang lebih
baik ..
9. Bila Anda berpikir dunia telah berbalik pada
Anda, lihat dan pikirkan lagi: kemungkinan
besar anda'lah yang berbalik pada dunia.
10. Seseorang yang mengasihi anda walau anda
tidak tau.
11. Selalu ingat pujian yang anda terima.
Lupakan tentang komentar kasar.
12. Selalu beritahu seseorang bagaimana
perasaan anda tentang mereka, makan anda
akan merasa jauh lebih baik dan plong jika
mereka tahu dan anda berdua akan bahagia.
13. Jika anda memiliki teman baik, keluarga yg
anda cintai luangkan lah waktu anda untuk
mereka..

Bahagiakah

Aku ingin bertanya pada Tuhan. . . .

"Bisakah aku bersamanya?"
"Pantaskah aku untuknya?"
"Bahagiakah dia jika bersamaku?"
"Bahagiakah aku jika bersamanya?"
"Bahagiakah kami jika bersama?"
"Akankah dia tidak memperdulikan perbedaan antara kami lagi?"

Minggu, 14 Februari 2016

If you want to contact me. You can add facebook Elvira Afriani (EL)
twitter @ElviElvira. Thank you :D
Dari awal, aku menghargai apa yang kamu sukai. Aku selalu tak ada
niatan untuk sekalipun merendahkan apa yang kamu sukai. Karena aku
tahu, it will hurts you. Dan aku gak mau itu terjadi. Tapi, kenapa
bahkan kamu tak bisa menjaga sikap seperti aku? Kamu merendahkan apa
yang aku sukai. And as well as you know, it hurts me. Hurts me so
well. Okelah emang kamu selalu lebih baik. Oh iya aku lupa, kamu udah
tau kan kalo aku suka sama kamu. Apa mungkin ini cara kamu
menyingkirkan aku secara halus. Iya halus. Tapi mematikan. Aku sadar
kok aku emang gak pantes buat kamu. Never.

Sabtu, 13 Februari 2016

Hari ini dia menghilang. Setelah semalam dia menceritakan isi hatinya
terhadap wanita itu kepadaku. Aku akui bahwa aku mencari carinya.
Bagaimana kah jawaban dari wanita itu? Adakah harapan untukku? Jika
wanita itu juga mencintai dia, berakhirkah harapanku?

L

Pernah gak sih kalian itu suka sama seseorang yang taat pada agama?
Itulah yang saat ini aku rasakan. Dia orang yang taat pada agama.
That's why I love him. Namun, dia menganggap aku sebagai adiknya. But,
he is unkown if I'm love him. I think it is not important. Aku dan dia
sering bercanda, dia orang yang easy going. "Adek kecilku sayang"
terkadang aku tersenyum mengingat panggilan itu untukku. Dia humoris.
Selalu bisa memberi setetes warna untuk hari ku. Aku tak tahu apakah
dia punya perasaan yang sama denganku. I'm not to hope too much for
belong him. Tiap hari aku selalu ingin tahu jawaban atas pertanyaanku
itu. Dan akhirnya, aku menemukan jawaban itu. Dia bercerita kepadaku
bahwa dia mencintai seorang wanita. That's not me. Others. Dia sudah
mengungkapkan perasaannya kepada wanita itu. But, there is no answer
from her. Aku antusias mendengarkan curahan nya. Bahkan aku berkata
"abang, ungkapin aja apa yang abang rasakan. Jangan ditunda lagi.
Siapa tahu dia juga memiliki rasa yang sama. Kesempatan tidak datang 2
kali loh bang". Aku berkata seperti itu. But, I didn't the same thing
to him. Aku tak melakukan apa yg aku katakan padanya. Aku bilang
padanya agar dia mengungkapkan isi hatinya kepada orang yang ia
cintai. Tapi, aku tidak berani menyatakan yang sesungguhnya. Rasanya
sakit. Perih. Terluka. Aku bisa menahannya. This is that I can do for
loving him. I want to saw him feels happy. Although with others. Not
with me. I'm happy too.
Aku juga tahu, wanita yang ia cintai sangatlah lebih baik dariku. Dia
wanita sholehah. Apalah bandingnya dengan aku yang baru mancoba untuk
berjilbab setiap hari. Sangatlah jauh. Namun, Tuhan. Pantaskah aku
untuk dia?